Bilik Sastra di Radio Republik Indonesia
Bilik sastra, adalah program siaran langsung yang diselenggarakan oleh RRI (Radio Republik Indonesia) Acara tersebut mulai mengudara pada 23 januari 2011. Salah satu program Voice Of Indonesia RRI yang berisi pembacaan cerita pendek karya para Tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan dan Hongkong juga para ibu rumah tangga, mahasiswa dan ekspatriat yang berada di luar neger tersebut akan disiarkan setiap hari ahad pukul 13:00-14:00
"Program ini juga disiarkan pakai streaming di http://id.voi.co.id (kok dah gak bisa diakses, yah?), semua di seluruh dunia yang membuka situsnya bisa mengikuti bilik sastra," ujar Anggota Dewan Pengawas LPP RII, Kabul Budiono saat meresmikan program "Bilik Sastra" di Pusat Dokumentasi Sastra HB Yasin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu.
Dipetik dari kompas.com (termasuk gambar)
Saya mengenali bilik sastra belum lama. Beberapa bulan lalu, ketika Teh Pipiet berkunjung ke Malaysia setelahnya barulah saya tahu kalau ada program ini. Dan orang yang mengabarkan tentang bilik sastra ini adalah Kak Nurjanah, mahasiswa magister di sebuah universitas di Malaysia, UKM (Universiti kebangsaan Malaysia) Beberapa hari sebelum hari ahad, Kak Jannah sudah memberi inruksi kalau saya disuruh membuat cerpen bertemakan dunia tenaga kerja dengan settingan Malaysia tentu saja. Saya yang merasa tidak bisa membuat cerpen, akhirnya mericycle stok cerpen lama saya "Serpihan-Serpihan Kasih" Langsung send hari itu juga.
Siang itu, saya mendengarkan streaming radio RRI. Berhubung waktunya terbatas hanya satu jam, cerpen yang dibacakan hanya milik dua orang. Kak Jannah dan seorang lagi cerpennya Jeanny Ervina, teman saya di taiwan ketika itu. Sedang cerpen saya, tidak ada kabarnya.
Minggu depannya, 24 april 2010, saya kembali mantengin streaming RRI. Tapi menjelang pukul 14:30 waktu Malaysia saya menutup skype dan mematikan radio (lupa. Tak lama ada telpon dari Indonesia, rupanya dari RRI yang mengabarkan kalau cerpen saya sedang dibacakan dan sebentar lagi akan dibahas oleh Teh Pipiet Senja. Setelah itu, akan ada life on air di mana saya dihubungi langsung untuk ditanya latar belakang apa sampai saya menuliskan cerpen tersebut.
Life on air bisa dilakukan melalui skype atau telpon langsung. Pengalaman pertama saat cerpen saya dibahas oleh seorang penulis kenamaan membuat saya merasa gembira. Gembira untuk lebih semangat menulis lagi. Dan rupanya bukan kali itu saja tulisan saya dibacakan di RRI. Ada tulisan-tulisan lainnya. Meskipun tulisan saya tidak menang dalam cerpen pilihan RRI, tapi saya tetap gembira. yah, agustus lalu, RRI mengadakan pemilihan cerpen terbaik. Di mana juara pertama disabet oleh seorang TKW berasal dari Hongkong, Nadia Cahyani dan pemenang kedua seorang TKW berasal dari Singapura, Nessa Kartika.
Bilik sastra, menerima tulisan-tulisan cerpen juga kisah inspiratif dari teman-teman WNI yang berada di luar negeri. Tidak hanya TKI/TKW, tapi juga para ibu rumah tangga, ekspatriat dan mahasiswa. Denger-denger bocoran dari Teh Pipiet, pemilihan cerpen terbaik tahun depan adalah untuk para Ibu Rumah Tangga dan akan berlanjut tahun berikutnya adalah para mahasiswa. Buat yang mau kirim cerpen ke ruang bilik sastra, silakan kirimkan cerpen juga kisah inspiratif teman-teman ke , voirri@gmail.com
ccpipiet_senja@yahoo.com
Semoga bermanfaat
Kategori:
Murai


19 komentar
wah info menarik nih mbak,...
BalasHapusnessa kartika?? saya sering baca namanya di lomba2 via dunia maya,,,dan memang dia sering menang...salut buat TKW INdonesia yg selalu aktif dan kreatif..
semoga bisa ikutan deh.tapi koq ga ada bocoran sayarat format penulisannya mbak??kasih dooonk hehehe
Mbak Ketty, syarat formatnya apa, yah? :D lupa
BalasHapusTapi kalau Anaz kirim ketik di word kemudian atach file. Di bawahnya tulis nama, nomor telpon dan id skype. Minimal cerita seingat Anaz adalah 4 halaman. Tapi ini khusus buat WNI yang berada di luar negeri, Mbak :(
ternyata mbak nya di malaysia iia ?!?!
BalasHapuslama komunikasi di blog masa saiia baru ngeh daa :(
komen di sebelah..
BalasHapushalah lali...
BalasHapusanaz tulisane beda beda je...
kok urik cuma buat yang di luar negeri
yang di luar peradaban ga digople..
info menarik ni Mbak, thanks ya...
BalasHapusIjinkan saya untuk ikut merasa bangga dan bahagia dengan prestasi Mbak Anaz. Bagi saya, dibacakan di RRI adalah sebuah prestasi. Terus semangat dan jangan pernah berhenti berusaha lebih baik lagi. Sungguh, ingin sekali suatu saat saya merasakan seperti yang mbak Anaz rasakan. Tapi sayang, harus jadi TKI dulu ya? Hehehe...kasihan Sabila.
BalasHapusNulis kisah iso tp bikin cerpen hora iso xixi
BalasHapuskegiatan yg menarik nih.
BalasHapusHuaa asik cerpennya mbak dibacain (>o<)/
BalasHapusAku kok ngerasa susah ya buat nulis cerpen mbak?
Waa.. Keren kegiatannya. Semoga berkah dan bermanfaat ya mbak :)
BalasHapusterus belajar dan berjuang... salam hangat...
BalasHapusok mba...
BalasHapusakan saia kirim cerpen2nya...
Aslkm.
BalasHapusNaahh inilah pentingnya membaca berita dna blog... jadi faham sedang ada berita apa di dunia lain..... gw sangat jarang membaca berita2 seperti yang mbak anaz lakukan... karena gw lebih tertaik tentang perkembangan global dan ekbis.... ntar gw coba deh....
eeehhh mbak anaz juga pake skype ya.... sama dong...dg gw... kapan2 semoga bisa ngobrol.....
regards,
... Ayah Zahia ...
wah menarik sekali ya mbak...
BalasHapusthanks for sharing mbak Anaz..
semangat mbak Anaz, kirim lagi cerpennya... biar suatu hari dibacakan juga :-D
kok gak omong-omong saya kalau cerpennya dibahas di RRI, kan saya bisa dengerin juga?
BalasHapusoh ya Pak Kabul Budiono itu mungkinkah mantan Bupati Jember ya.. kok namanya sama?
eh salah ding.. rektor UNEJ maksud saya
BalasHapusSemoga semangat terus ya dalam menulis dan memanintain blog ini... karena ia terbaca jauh sampai ke Iraq...
BalasHapusSalam hangat dari Iraq.. ya Iraq yang masih meledak-ledak itu...
wah keren twuh di cerpenkan mbak pdo ae x
BalasHapusPersonal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P