Catatan Anazkia

Karena hanya tulisan yang bisa saya tinggalkan

  • beranda
  • Kisah
    • Serial
    • Cerpen
    • Celoteh
    • Reportase
    • Perjalanan
      • Gaya Travel
      • Trip Gratisan
      • Piknik Buku
  • Pojok Anaz
  • Murai
  • Sosok
  • komunitas
    • Volunteer
    • KBO
    • Semestarian
    • Blogger Hibah Buku
Sampai di Bandara Juanda Surabaya, dari kiri ke kanan, Mbak Uttiek managing editorial Nova, Mbak Purwanti kategori Perempuan dan Pendidikan, Mbak Tatiek, kategori Perempuan dan wirausaha pilihan editor, Mbak Tenny kategori Perempuan dan wirausaha pilihan pembaca, Mbak Ninda kategori pendidikan pilihan editor, Mbak Yana dari Nova, saya dan Mbak Rista panitia dari Surabaya :)

Tulisan sebelumnya tentang Perempuan Inspiratif Nova 2014 (PIN 2014)

Perhelatan penganugerahan PIN 2014 dilaksanakan di kota Surabaya, tepatnya di hotel Majapahit pada tanggal 13 Desember 2014. Selain perhelatan tersebut, 12 pemenang PIN 2014 ini juga akan dikarantina sampai tanggal 14 Desember. Kalau menurut saya, sebetulnya bukan dikarantina, tapi diberikan hadiah-hadiah yang tak henti-hentinya dari pihak NOVA kepada 12 perempuan yang berasal dari berbagai daerah ini. 

Sebelumnya, beberapa kali pihak Nova menghubungi saya untuk urusan tiket, nama lengkap, alamat, ukuran baju dan lainnya. Mbak Syibil mengirimkan eticket kepada saya melalui email. Awalnya penerbangan jam 08.00 pagi, tapi diubah menjadi jam 06.00 pagi. Jadilah saya berangkat dari kosan di Pasar Minggu jam 04.00 dengan menaiki taksi langganan yang sudah saya pesan sehari sebelumnya. Meski berangkat jam empat pagi, jalanan menuju bandara sudah mulai macet. Alhamdulilah saya nggak telat. 

"Makanya tadi saya telpon berulang-ulang, Mbak. Itu karena jam segini bandara udah mulai macet," kata Pak Amin sopir taksi langganan. Ya, Pak Amin sampai di dekat kosan sebelum jam empat pagi, sedang jam segitu saya belum selesai mandi :D

Sampai di bandara sudah pukul lima. Melihat hp, ada beberapa kali miscall dan sebuah sms. Mbak Yanna, dari pihak Nova menghubungi saya. Setelah membalas SMS, saya bersiap untuk chek in dan lagi-lagi, hape saya berdering. Kembali Mbak Yanna menelpon saya. Rupanya ia masih belum chek in dan ada di belakang saya. Akhirnya, kami sama-sama chek in dan setelahnya menuju ruang tunggu. Di ruang tunggu, sudah ada Mbak Tatiek, kategori wirausaha pilihan editor, Mbak Purwanti kategori pendidikan pilihan pembaca dan Mbak Tenny Haryati kategori wirausaha pilihan pembaca. Kami berjabat tangan berkenalan. Tak lama setelah itu tim Nova juga kembali datang. Bergerombolah kami berbincang-bincang, meski saya selalu ketika berada di lingkungan baru akan menjadi pembaca keadaan :D

Pukul 05.30, kami sudah diperbolehkan masuk ke dalam pesawat. Mbak Tatiek, Mbak Purwanti dan Mbak Tenny duduk dalam deretan satu kursi. Sementara saya di belakangnya, tepat di sebelah jendela. 

Menjelang pukul 08.00 pagi, kami sudah sampai di Surabaya. Mbak Rista, salah satu panitia di Surabaya sudah beberapa kali SMS saya. Ia menunggu kami di pintu kedatangan. Kami kembali berkenalan satu sama lain. Selain kami yang baru sampai, ada juga Mbak Khilda kategori lingkungan, Dokter Luh Upadisari kategori kesehatan pilihan editor dan Mbak Ninda Nindiani kategori pendidikan pilihan editor.Dari bandara kami langsung dibawa ke hotel Majapahit. Ada sedikit keterlambatan mobil yang menjemput kami, jadi kami sempat menunggu.

Sampai di hotel Majapahit, kami langsung dibawa ke ruang makan untuk sarapan. Di sana, selain para pemenang PIN, keluarga besar tim Nova juga sudah menunggu. Saya tak hapal semuanya, hanya beberapa nama yang saya pernah berkomunikasi. Mbak Syibil dan Mbak (lupa lagi namanya :/). Setelah semuanya sarapan, kami diberikan goodie bag berisi dua kaos. Salah satu kaos harus dipakai setelah sarapan. Selesai sarapan kami langsung menuju kamar mandi untuk menukar kaos.

Kami kembali duduk di tempat sebelumnya saat kami sarapan. Dipandu oleh MC yang kocak dan saya lupa namanya (penyakit parah, mudah lupa nama orang :( Mas MC membacakan satu demi satu apa saja yang akan kami lakukan sampai esok hari. Dari diskusi bersama bank BII, fitting baju, malam penganugerahan juga acara esok harinya. Saat itu, acara adalah perkenalan satu demi satu. Kalau sebelumnya saya mengenal 11 perempuan hebat lainnya dari tabloid Nova, maka pagi itu saya bisa mendengar langsung 11 perempuan hebat itu bercerita.

Bagaimana Dokter Zahrotur Riyad yang seorang dokter gigi mengarungi pulau-pulau kecil di Batam ketika akan mengunjungi pasien. Mendengar langsung Mbak Purwanti dari kategori pendidikan berkisah tentang pengalamannya mengajari anaka-anak lebih mencintai lautan juga hambatannya yang selalu ditentang oleh sang Ayah. Mbak Tenny, kategori wirausaha yang membudidayakan batik Sukabumi. Bagaimana ia mengenalkan dan mempertahakan usahanya kepada warga sekitar. Mbak Khilda, si ratu sampah kategori lingkungan yang kalau ngomong semangat banget. Bagaimana ia memperjuangkan gaji pengangkut sampah, juga mengelola sampah menjadi barang bermanfaat. Satu demi satu, selang seli saling bercerita. Baik pemenang dari pilihan pembaca maupun editor Nova.

Cerita tentang perempuan hebat pilihan editor Nova menyusul nanti :)

Eh, apa ceritanya tentang pilihan pembaca dan editor?

Jadi, menurut cerita yang saya baca dan dari penjelasan Mbak Iis pimred Nova, untuk kategori pilihan pembaca ajang PIN 2014 ini sudah dibuka sejak bulan Agustus lalu. Selama tiga bulan ada 1500 naskah yang masuk pilihan pembaca Nova. dari 1500 naskah yang masuk, dipilih 44 terbaik kandidat. Kemudian, dari 44 kandidat dikerucutkan lagi menjadi 6 pemenang dengan masing-masing kategori. Sedang untuk pilihan editor sendiri, adalah perempuan-perempuan hebat yang profilenya sudah pernah dimuat di Nova dan pihak Novalah yang memilih mereka.

Sarapan dan keakraban :) ^_^

Masih edisi sarapan dan kenalan akrab-akraban ^_^

Mbak Iis, pimred Nova menceritakan tentang PIN 2014 dan proses penjurian



Tabloid Nova edisi awal Desember


Suatu sore yang harinya saya lupa, handphone (hp) saya berdering. Nama Mbak Ety tertera di layar, saya mengangkat telpon menyapa Mbak Ety bertanya kabar. Selesai basa-basi, Mbak Ety menyampaikan kabar gembira. "Anaz, alhamdulilah kamu jadi salah satu finalis Perempuan Inspiratif Nova (PIN 2014) Barusan tadi orang Nova telpon saya," buncah suara bahagia terdengar jelas dari suara Mbak Ety. Saya tersenyum mendengarnya. Tak lupa, mengucap terima kasih kepada Mbak Ety. "nanti kamu kirim foto kegiatan ke email aku, ya, Anaz. Soalnya pihak Nova minta foto-foto kegiatan kamu buat dimuat di Nova," sebelum mengakhiri perbincangan, Mbak Ety meminta saya mengirimkan foto. Dan saya menyanggupi permintaan beliau.

"Nanti orang Nova juga bakalan telpon kamu." kembali Mbak Ety mengingatkan.

Selesai menutup perbincangan di hp, saya langsung membuka laptop untuk mencari beberapa foto kegiatan untuk dikirim ke Mbak Ety. Ketika membuka facebook, Mbak Ety pun sudah mengirim inbox "Naz, tadinya aku dah hopless soalnya saingannya berat2 banget. Ehh..taunya td ditelpon. Alhamdulilah hujan memang membawa rezeki.. Mungkin kalau foto ini sudah aku kirim entar dari Nova akan tlpn kamu juga.. Makasih ya naz atas kerjasamanya." inbox dari Mbak Ety.

Dan benar saja, tak lama setelah saya berbalas komentar di salah satu foto di facebook hp saya berdering, tertulis nomor Jakarta di situ. Pihak Nova menelpon saya, mengabarkan kalau saya jadi salah satu finalis Perempuan Inspiratif Nova 2014.

"Nanti, untuk malam penganugerahan Ibu bisa datang, ya? Acaranya di hotel Majapahit," ujar suara seorang perempuan. Saya mengiyakan saja, tanpa banyak bertanya. Saya pikir, acaranya di Jakarta, saya juga mengira kalau hotel Majapahit itu berada di Jakarta. 

"Nanti beritanya ada di Nova edisi terbaru, ya, Bu. Sabtu ini udah bisa dibeli," kembali, saya hanya mengiyakan saja kalimat-kalimat dari penelpon tanpa saya banyak bertanya.

Sampai suatu hari, sahabat saya, Ayusnita menanyakan di mana acara penganugerahan dilaksanakan. Saya menggeleng tidak tahu. "Katanya di hotel Majapahit,"

"Itu di mana, Na?" tanya Nita lagi.

"Nggak tahu. Kayaknya di Jakarta sini," dan Nita berujar kalau dia tidak pernah mendengar nama hotel Majapahit di Jakarta.

Barulah beberapa hari kemudian ketika tabloid terbaru Nova terbit, saya mengetahui kalau acara puncak penganugerahan adalah di hotel Majapahit Surabaya.

"Emang Ana nggak nanya, ya, waktu Nova telpon?"

"Enggak," ujar saya menjawab singkat.

Ya, begitulah. Dari awal mengetahui kalau saya terpilih sebagai salah satu finalis Perempuan Inspiratif Nova, saya menyambutnya dengan gembira dan datar-datar saja. barulah ketika teman saya Ayusnita dengan semangatnya bercerita tentang ajang PIN, saya akhirnya penasaran. Rasa penasaran berubah menjadi takjub dan bangga ketika membaca tabloid Nova edisi awal bulan Desember. Di situ, tertulis nama-nama finalis lainnya yang sungguh mereka luar biasa sekali. Saya hampir tak percaya dan benar-benar tak percaya berada di antara 5 perempuan hebat pilihan pembaca Nova dan 6 perempuan hebat lainnya pilihan editor Nova. Subhanallah, alhamdulilah....

Terima kasih banyak, Mbak Ety :)

Bersambung
Kak Fly lagi ngajarin anak-anak

"Jadi, boleh dibilang gue itu kasih slogan ke anak-anak biar miskin asal sombong. Gue nggak peduli orang mau ngomong apa, yang penting gue dan anak-anak di sini nggak kayak gini, menadahkan tangan meminta-minta," Bang Sating beria-ria bercerita. Kami (saya, Kak Ria, Rudi dan Tiwwi menyimak dengan seksama) Bang Sating duduk di kursi plastik, di hadapannya segelas kopi tanpa alas terhidang. Fly didekatnya kerap banyak mengangguk dan mengiyakan apa yang diucapkan oleh Bang Sating.

Minggu sore, kami berenam duduk melingkar di beranda saungelmu. Bang Sating dan Fly, adalah orang yang baru saya kenali beberapa jam sebelumnya. Belum dua jam tepatnya, tapi kami seperti sudah akrab. Kadang, kami terdiam sesaat ketika masing-masing dari kami seperti kehilangan bahan untuk diucapkan. Ada decak kagum dalam hati, ada keirian yang diam-diam menjalari dan juga rasa malu yang mulai menggelayuti.

"Gue yakin, kalau niat kita baik, tujuan kita baik apa pun bentuknya, dari mana pun jalannya Tuhan itu pasti kasih jalan. Jadi, kalau kita mengerjakan sesuatu yang dianggap baik, tapi penyelesaiannya tidak baik, berarti Allah belum menganggap itu baik," kembali Bang Sating berapi-api dengan logat betawinya. 

"Gue juga nggak nyangka bisa nyasar di sini. Dulu gue kuliah di Universitas Indonesia (UI) ngambil jurusan Sastra Arab, tapi gue hengkang dan terdampar di sini," Fly sedikit demi sedikit mulai bercerita.

Saungelmu, adalah sebuah rumah atau sanggar belajar untuk anak-anak pemulung di kawasan Jl. Jatipadang gg. Menara depan SMP 218 Pasar Minggu Jakarta Selatan. Saung ini didirikan pada 10 November 2012 atas inisiatif Bang Sating. Menurut Bang Sating, yang sudah didaulat menjadi kepala sekolah di Saungelmu, sanggar belajar anak-anak ini didirikan dengan semangat dan kemauan untuk sedikit berbagi dan bersenang-senang dengan anak-anak pemulung. Supaya anak-anak punya keahlian ketika mereka sudah besar, supaya anak-anak tak selamanya menjadi pemulung.

Fly, saat itu sudah bergabung dengan Bang Sating. Konon, awalnya mereka berdua bingung hendak mulai dari mana pembangunan saung. Tak ada duit sepeserpun dan mereka pun tidak bekerja. Segala sketsa saung dibuat di atas kertas, lengkap dengan anggaran-anggarannya, tapi sehari dua hari, saung tak juga berdiri. Akhirnya, dengan modal nekat dibuatlah saung dengan gotong royong warga. Sebelum saungelmu didirikan, anak-anak belajar di mushola. Mushola yang dibangun atas ide Bang Sating lagi-lagi dengan modal nol rupiah tapi terselesaikan karena niat kebaikan.

"Kita kalau kebanyakan wacana dan rencana, tapi kebanyakan mikirnya  itu kagak bakalan jadi. Udah, nggak perlu kebanyakan ngomong, action aja langsung, Tuhan itu selalu kasih jalan kemudahan untuk kebaikan kok. Dan gue percaya itu," sosok Bang Sating yang ngomongnya tegas dan lugas itu selalu membekas di ingatan saya."Si Fly ini, gue kontrak lima tahun! Ya, lima tahun nggak tanggung-tanggung." Fly yang ada di depan Bang Sating tersenyum.

Saya bersyukur hari Minggu lalu bisa berkunjung ke Saungelmu bersama dengan Kak Ria. Kalau diingat-ingat, awal mengenali Saungelmu itu dari Kak Aip. Awalnya, Semestarian ingin berkunjung ke Saungelmu, tapi sampai sekarang belum terlaksana. Kak Ria, yang rumahnya dekat dengan lokasi akhirnya beberapa kali berkungjung ke Saung. Dalam benak saya, nama seorang Fly itu tampilannya urakan, model anak punk. Ya, selama ini itulah sosok dia yang ada di kepala saya.

"Emang Fly nama aslinya siapa, sih, Kak?" sebelum berangkat, saya bertanya dengan kak Ria yang nyamperin saya di kosan.

"Ahmad Rafly Anhar. Fly itu dari Ra(Fly)," ujar Kak Ria

"Hah! bagus amat namanya." saya terkesima mendengar nama aslinya. Dan sosok Fly dalam benak saya benar-benar hilang setelah melihatnya langsung. Fly, penampilannya sederhana, santun dan rapih. Tak ada kesan punk sedikitpun.

Sampai di Saungelmu, saya dan Kak Ria memperhatikan Fly yang sedang mengajar anak-anak. dari mulai bercerita, sampai hitung-hitungan dilakukannya. Lima orang anak ada di depan Fly. Sekilas, di sela kesibukannya Fly menceritakan kenapa sekarang anak-anaknya berkurang yang belajar di Saung. Sekitar satu jam lebih, Fly mengajari anak-anak. Saat anak-anak beranjak meninggalkan saung, satu demi satu mereka menyalami Fly dan kami. barulah setelah anak-anak pulang, kami ada kesempatan ngobrol dengan Fly juga Bang Sating.

"Dulu gue penasaran, kenapa kehidupan pemulung itu selalu terpinggirkan. Kenapa di benak orang-orang itu kata pemulung seolah berkonotasi negatif. Setelah gue masuk sendiri dan melihat langsung, kehidupan mereka memang keras, makanya gue nggak heran dengan mereka," Bang Sating, masih bercerita.

Sore itu, ada banyak hal yang kami ceritakan. Tentang kehadiran volunteer yang datang dan pergi, tentang geliat belajar anak-anak yang juga turun naik. Dari perbincangan yang ada, saya tahu, Bang Sating dan Fly tidak suka dengan kehadiran volunteer yang membawa hadiah langsung untuk anak-anak. Menurut Fly, untuk mendapatkan apa pun, harus ada yang mereka lakukan. Itu cara mendidik mereka untuk tidak menjadi peminta-minta. Diam-diam memperhatikan, diam-diam menyimak segala percakapan saya yakin kalau Fly tak bisa terlepas dari Saungelmu. Kini, setelah Fly menikah ia masih menyempatkan dirinya hadir di Saung setiap satu minggu sekali.

Buat teman-teman yang tinggal di area Jakarta dan sekitarnya, terutama daerah Jakarta Selatan, kalau memiliki waktu luang di akhir pekan sesekali datanglah ke Saungelmu. Datanglah seikhlasnya, ajarkanlah apa yang bisa.




Sudah satu Desember, sudah awal bulan dan sudah di akhir tahun. Ya, sudah akhir tahun. Sebentar lagi, dengan menghitung hari maka tak lama nanti tahun berganti. 2015. Ya, 2015. 2014 tertinggal, ditinggal menjauh hanya tinggal melipat kenangan. Menyimpannya menjadi hal yang penuh warna. Dan saya, sedang asyik menghitung semangat dengan rapal doa mengharap kalau semangat itu tetap mengalir seperti air

Menyusuri sungai di kampung halaman saat pulang bulan Juni lalu

Masih pulang bulan Juni lalu

Kembali menyusuri sungai ketika pulang ke kampung halaman bulan Oktober lalu

Menyusuri masa lalu. Dulu, dulu sekali ketika kecil tempat ini kerap untuk mandi dan mengambil air. jangan ditanya jauhnya jarak, karena ia sangat jauh. Sekarang, tempat ini sunyi....


Resep sambal asam tongkol ini saya dapat pas iseng-iseng aja waktu ada ikan tongkol banyak. Jadi, pada suatu hari, Bude saya ngirim satu ekor ikan tongkol yang sangat besar. Dimasak pun nggak habis-habis, beberapa orang di rumah pun tidak berapa suka. Jadilah saya iseng-iseng merebusnya. Eh, resep ini saya dapat setelah bikin tongkol suwir juga, sih :D

Cara memasaknya masih nggak jauh beda sama ikan tongkol suwir. Ikan tongkol segar direbus menggunakan asam kandis, tambahkan juga garam. Kalau saya sengaja asam kandisnya banyak, biar rasa asamnya terasa. Saat merebus ikan, sisakan air. Ini nanti kuahnya untuk menyiram sambel nanti :) Kalau bisa, membuat sambal asam tongkol ini setelah ikan direbus beberapa hari. (nggak basi? yah enggak, kan bisa dipanasin dulu itu. Atau nggak taro dulu di kulkas)

Sebelumnya, saya bikin percobaan sederhana saja. Saya ambil cabai rawit dalam jumlah yang banyak. Sesuaikan dengan kadar kemampuan kita mengkonsumsi pedas. Saya cuci cabai rawit tersebut, tanpa membuang batangnya saya letakan cabai di cobek, tambahkan garam dan penyedap rasa secukupnya, ulek jangan terlampau halus. Setelah itu, ambil ikan dan campurkan dengan cabai rawit yang sudah diulek. Setelah itu, siramkan kuah asam yang ada di dalam rebusan ikan tongkol tadi. Tambahkan jeruk sambal kalau ada. Tak lama, ikan siap dihidangkan ^_^

Nah, setelah itu saya utak-atik resep lagi. Hya elah, bahasanyaaaahhhh :D huehehehe.... Pada suatu hari *lagi* saya kembali iseng, saat merebus ikan tongkol, saya tambahkan cabai rawit, bawang merah, juga bawang putih bersamaan. Ini rebusnya tidak boleh dalam jumlah yang banyak karena untuk sekali masak doang. Asam kandis tak lupa saya masukan. Kalau nggak ada asam kandis, asam jawa juga nggak apa-apa, sih. Setelah semuanya masak, singkirkan cabai rawit, bawang merah dan bawang putih kemudian letakan di cobek. Kembali masukan garam dan penyedap rasa seperlunya, ulek, terus campur dengan ikan dan langsung siram dengan kuah tongkol. Rasanya, tetep enak kok dan tambah enak #eh :D



Udah, ah, bikin resep iseng-isengnya :D

Gara-gara sambal tongkol ini teman-teman pada banyak yang ketagihan heuuuuu :D


 

"Eh, iya, kamu ini sekarang jarang nulis,"  

"Iya, Mbak, saya memang udah jarang nulis. Hiks, ini jadi kebiasaan ini kelamaan nggak nulis. Makanya pas tampil di kompas tv itu ada sematan kata penulis blogger inspiratif itu kayaknya gimanaaaa... gitu. Lah blog aja bulan kemarin nggak up date,"

"Makanya, ayo nulis lagi," Mbak Olyv menyemangati

Dialog di atas terjadi kemarin, antara saya dan Mbak Olyia Bendon saat menunggu acara Rembug Provinsi di Oasis Amir. Yah, akhir-akhir ini saya memang jarang menulis. Kalau ditanya apa alasannya, jawaban paling cepat dan simpel adalah malas. Yah, saya masih dan selalu malas menulis. Bahkan, bulan lalu tak ada satu tulisanpun yang tayang di blog anazkia.com. Tapi, di balik segala kemalasan, sesekali saya masih menulis di kompasiana atau tidak di blog hibahbuku.net :D 

Kembali ke judul di atas, sematan kata Penulis Blogger Inspiratif itu saya dapatkan ketika 6 November lalu saya tampil di Kompas TV. Ya, awal bulan lalu saya bersama dengan Kang Iskandar Dzulkarnain atau lebih akrab disapa Kang Isjet, salah satu admin kompasiana hadir dalam segmen ensiklakompas. Selama 30 menit, saya dan Kang Isjet berbincang dengan Ajeng Kamaratih host ensiklakompas.

Pasca tampilnya saya di kompas tv, banyak teman yang bertanya kepada saya saat berjumpa, "Gimana rasanya masuk tv, Naz?" dan saya hanya nyengir aja. Ya, memang biasa saja ngobrol di tv itu, malahan lebih grogi tampil pas mau dipotret dari pada di depan kamera untuk siaran langsung.

Tampilnya saya di kompas tv saat itu mewakili komunitas Blogger Hibah Buku. Pihak kompasiana memilih hibah buku untuk tampil dalam segmen Aksi Untuk Indonesia, yang saat itu menjadi serangkaian perhelatan kompasianival yang sudah terlaksana pada 22 November lalu. Senang tentu saja menjadi salah satu komunitas yang terpilih untuk tampil di kompas tv. Cerita ini juga sudah saya tuliskan di kompasiana, Tampil di Kompas TV Bersama Dengan Admin Komapsiana. Nah, kan, saya nggak begitu malas-malas amat kok nulisnya hehehe

"Jadilah blogger yang menginspirasi, bukan hanya menulis di online saja, tapi juga ada tindakan nyata yang dilakukan juga," kalimat tersebut diucapkan oleh Mbak Ajeng Kamaratih dan sukses membuat saya merenung-renung. Semoga saya bisa menjadi penulis blogger demikian. Kalau aktif off line, ada laporan on linenya. Kalau punya wacana on line, ada tindakan nyatanya. Aamiin...

Bismillah, niat aktif ngeblog lagi. Semoga bukan janji palsu :)








"Mbak Indah apa kabar? Tanggal 31 Okt-2 Nov ada waktu luangkah? Kalau kosong, ikut ke Kediri, yuk, Mbak?" 6 Oktober 2014 saya menyapa Mbak Indah melalui chat whatsapp.

"Alhamdulilah baik. Anaz bagaimana? Itu hari apa, ya? Bentar kulihat kalender," jawab Mbak Indah tak begitu lama menjawab setelah saya bertanya.  "Jumat-Sabtu-Minggu, ya? Mau banget ke Kediri. Tapi aku izin dulu sama Mas Iwan, ya. Biar enak jalannya," kembali Mbak Indah menjawab.

"Iya, dong, Mbak. Wajip! hehehe..."

"Siapa aja yang ke Kediri?" kembali Mbak Indah bertanya.

"Teman-teman Hibah Buku, teman-teman blogger Kediri, teman-teman Warung Blogger. Ceritanya dalam rangka Hari Blogger Nasional," kembali saya menjawab pertanyaan Mbak Indah.

"Okeeee... Pasti seru :)"

"Kalau Mbak Indah beneran ikut, kami bakalan koprol. Hahahaha..." 

"Eh, kok koprol, sih?"

"Saking senengnya dong, Mbak ^_^ "

"Count me in. Selama dapat ijin dari Mas Iwan, ya? Haeeee.... Daku tersanjung" sambil pasang emot lope-lope ^_^

"Sep-sep, Mbak. Sebetulnya, Anaz pribadi kalau blusukan ngajak teman yang udah nikah agak berat, Mbak. Soale mikir akhir pekan waktu buat keluarga. Jadi, kalau Mbak Indah nggak bisa ikut pun gpp, Tapi kalau bisa ya senang,"

"Hehehehe... Aku senang, kok, blusukan. Yang penting dikasih ijin."

Begitulah, awal mula saya mengajak Mbak Indah untuk turut serta ke Kediri. Itu pun dengan warning dari saya kalau Mbak Indah nggak diongkosin, kudu ongkos sendiri, mau bersusah-susah, nginep di rumah warga dan makan seadanya. Ya, sejak awal memang saya khawatir kalau mengajak teman blogger dari luar yang nggak pernah ikutan acaranya Hibah Buku. Dan Mbak Indah, dengan suka citanya mengabarkan kepada saya kalau beliau tidak apa-apa dan dengan senang hati akan turut serta karena sudah mendapatkan izin dari suaminya.

Dan tibalah harinya 31 Oktober 2014. Kami dari Jakarta berangkat sore hari. Sementara Mbak Indah berangkat tengah malam dari Jogja. Saya selalu kontak dengan Mbak Indah dan beliaulah yang sampai lebih dulu di stasiun Kediri jam 00.30, sedang kami sampai di stasiun Kediri jam 03.20. Bersama Darul, Mbak Indah menunggu kami di kafe. Jam 03.20 kami semua sampai di stasiun Kediri.  Sebagian dari kami langsung menuju ke masjid untuk shalat isya sekaligus menunggu waktu subuh. Setelah shalat subuh usai, kami kembali ke stasiun dan mobil jemputan sudah datang. Puguh dengan teman-temannya sudah menjemput kami. Sejak dari kereta, saya sudah wanti-wanti dengan teman-teman yang lain kalau nanti Mbak Indah naik mobilnya duduk di depan. Pikir saya, takut kena angin pagi.

Tapi ternyata bukan Mbak Indah namanya kalau mau mengikuti saran. Beliau minta duduk di belakang bareng kami, katanya, "Biar bareng-bareng sama yang lain," oke, baiklah... kami menyerah :P 

Tapi, apa yang terjadi? Ternyata angin pagi begitu kuat berhembus dan Mbak Indah mulai kelihatan kedinginan :D :P (Nah, ini Mbak Indah udah mulai dibully aja sama yang muda-muda #Eh) hahahaha....

Sampai di Pamongan, Mbak Indah baru jujur kalau ngerasa kedinginan. Dan kami, pasti dan otomatis mentetawakannya, "Padahal, Mbak, dari sejak di kereta itu udah diatur, kalau Mbak Indah duduk di depan," huehehehe....

Oke, Pamongan selesai. Tibalah kami menaiki sepeda motor untuk sampai di Dukuh Tumpakdoro. Saya belum tahu sama sekali medannya kecuali lewat foto-fotonya Tiwwy, Puguh dan Mas Naim. Dan ternyata? WOW! Sebelah kanan jurang, guysssss!!! Ini saya langsung kepikiran Mbak Indah, Mbak Indah takut nggak, yak?" pikir saya :D

Dan ketika sudah sampai di penginapan warga, bertanyalah saya denan Mbak Indah, "Gimana perjalanannya, Mbak?"

"Wiiihhhh... Luar biasa!"

"Takut ngelihat jurang, Mbak?"

"Takut, tapi merem aja,"

Oke, fine! Dan Mbak Indah sukses berhasil ke Tumpakdoro :)

Pagi itu, kami menikmati sarapan pagi dengan lauk pecel! Wih! Pecelnya enak, tapi padeh bana -__-

Kembali ke Mbak Indah, dalam sesi kelas Mbak Indah akan mengisi kelas "Yuk, Belajar Menulis" Interaksi Mbak Indah dan adik-adik kelas 4,5,6 berjalan dengan baik. 

"Ayo, adik-adik, coba kalian deskripsikan cerita tentang sepeda. Apa aja tentang sepeda, coba kalian tulis. Nanti, yang bisa menyelesaikan tulisannya akan mendapatkan hadiah,"

Begitulah, interaksi kami dan Mbak Indah. Boleh dibilang, Babeh Helmi dan Mbak indah adalah orang yang paling sepuh di antara kami. Tapi bukan kami namanya kalau sudah sama-sama berkumpul pasti kudu siap dibully (etapi kalau saya yang dibully ngambek duluan #eh) :D

Yang paling parah itu ketika sesi makan pempek tengah hari yang dibawa oleh Kiki dari Lampung. Arie, teman kami yang paling pendiem dengan hebatnya menerangkan kepada Mbak Indah prosesi memakan pempek yang paling betul.

"Jadi, selama ini kita itu disesatkan saat makan pempek. Makan pempek yang bener  itu begini, gigit pempeknya, jangan dikunyah baru minum cukonya. Jangan langsung ditelan terlebih dahulu, tapi kunyah bersama dengan pempeknya," Arie mulailah ceramah

Awalnya Mbak Indah ragu-ragu melihat penjelasan Arie. Tapi, tak lama rupanya beliau mencoba. Dan, hasilnya......

"Iya, lebih enak," ujar Mbak Indah.

Lihatlah.... Mbak Indah ini mau aja ngikutin caranya ARie. Saya yang tahu sejak bulan Desember 2013 aja nggak pernah ngelakuin itu makan pempek kayak gitu

Hahahahaha...

Btw, terima kasih banyak, Mbak Indah. Mau diajak blusukan oleh kami terutama oleh saya yan sudah disesatkan :P :))))))))

Semoga nggak kapok! :P


Aih, onlen di warnet syusah eui mau kasih capture foto :/
Off dululah, mau pulangggg ^_^
Google plus baru, followernya sedikit tapi yang view banyak :D 

Akhirnya, saya mulai berpikir untuk mengaktifkan akun google plus dengan email anazkia@gmail.com. Kenapa baru diaktifkan sekarang? Tidak juga baru sekarang. Sebetulnya, saya sudah memiliki akun google plus sejak lama, sejak pertama kali google plus masih baru dibuat. Saat itu, untuk membuat akun di google plus harus diinvite oleh teman yang sudah memiliki akun di google plus. Tapi, saat itu saya tidak menggunakan email anazkia@gmail, tapi menggunakan  gmail yang lain. 


Google plus lama followernya segambreng, tapi yang view sedikit :D

Kenapa pula berubah pikiran untuk mengaktifkan akun di sana? Terpikir untuk mengaktifkan akun di g+ sejak pertama kali berkunjung ke google Indonesia pada tanggal 1 Maret 2014 lalu. Waktu itu mendengar penjelasan Mbak Keke tentang g+, nyalin dari tulisan lama setelah berkunjung ke google Indonesia. Saya ini pengguna lama google plus, tapi cepat merasa bosan dan sekarang sudah saya tinggalkan :D teori-teori yang sering dipaparkan oleh Mas Erick Gafar tentang google plus Sabtu lalu dijabarkan oleh Mbak Keke. Bahwa iya, katanya google plus lebih aman digunakan berbanding rumah biru. Selain itu, penggunaan circle (lingkaran) teman yang  memiliki hobi yang sama juga memudahkan kita untuk mencari teman yang sepemahaman. Lain-lain lagi, google plus memudahkan trafic SEO (Search Engine Optimization). Disalin dari tulisan lama Berkunjung ke Google Indonesia

Sekilas dulu catatan nggak penting setelah sekian lama nggak up date di sini :) ^_^

Sepertinya nanti akan menghapus akun google plus yang lama dan mengaktifkan akun google plus ke blog ini :)

Koleksi buku pribadi Kak Magda. Awal-awal saya kenal Kak Magda belum begitu banyak buku cerita anak. Sekarang koleksinya udah banyak. Keren pisan, eui! :)


Rumah Buku Cilegon (RBC) dan Piknik Buku adalah dua kalimat yang tak bisa dipisahkan. RBC merupakan sebuah perpustakaan milik pribadi, tepatnya perpustakaan milik Kak Magda dengan koleksi buku-bukunya. Kak Magda hobi membaca. Selain hobi membaca, Kak Magda juga hobi membeli buku. Dari koleksi bukunya yang banyak tersebut ia berinisiatif untuk mengajak orang lain membaca. Atas ide Kak Arum, akhirnya lahirlah Piknik Buku. Eh, lengkapnya mengenai Piknik Buku saya pernah menuliskannya di sini :)

14 September kemarin, saya kembali mengikuti Piknik Buku bersama dengan Aty, Ijal, Haqi dan tentu saja Kak Magda, founder RBC. Hari Sabtunya, melalui whatsapp saya bertanya dengan Kak Magda, apakah ia mau berkunjung ke dua tempat, pagi di Kramatwatu, siangnya ke Gerem. Dan dengan senang hati, Kak Magda mengiyakan ajakan ini, Jam 10 pagi, Kak Magda sampai di rumah Kramat. Seperti biasanya, setelah sampai Kak Magda akan menggelar buku-bukunya, menunggu anak-anak datang untuk membaca buku. Di Kramat sendiri, ini untuk pertama kalinya diadakan. Faiza, keponakan saya dengan semangatnya menjemput kawan-kawan di sekitar rumahnya. Biasanya, selain sesi membaca buku masing-masing, Kak Magda juga akan membacakan buku untuk anak-anak. Dan ini, saya juga ikut belajar dari Kak Magda.

Siangnya, setelah makan siang dan shalat dhuhur kami menuju ke Gerem. Saya dan Aty ikut dengan Kak Magda, Ijal mengendarai sepeda motornya sementara Haqi pulang ke rumah karena dia baru pulang kerja.

Untuk ke Gerem, ini untuk yang kedua kalinya Piknik Buku ke sana. tempatnya sama, ke rumah sahabat saya. Seperti biasa, Sumi, sahabat saya selalu menyambut dengan suka cita kedatangan kami. Ia sudah mengumpulkan beberapa anak kecil di rumahnya, tapi ketika kami datang mereka sudah berkeliaran ke mana-mana.  Dipanggilnya mereka dengan suara lantang ketika kami sudah datang. Tak lebih dari 10 anak mendekat ke bawah pohon mangga. Dua dipan bambu sudah disiapkan oleh Sumi. Dengan cekatan, Aty dan Kak Magda langsung menyusun buku di atas dipan bambu. Sumi sibuk menghidangkan air dan cemilan untuk kami. Anak-anak pun mulai memilih buku, meraihnya dan mengambil tempat yang nyaman untuk membaca.

Yang hadir memang tak banyak, tapi ada salah satu anak yang dia memang gemar membaca. Alfiya Nur fatimah, dipanggilnya Fia. Dia duduk di kelas 6 Sekolah Dasar (SD), konon ia kerap ranking 1 di kelasnya. Sumilah yang bercerita mengenai Fia. Kali itu, tak hanya Kak Magda yang membacakan cerita untuk mereka, tapi juga Fia yang bersedia membacakan cerita untuk teman-temannya. Fia, menghabiskan beberapa buku cerita sebelum ia membacakan cerita untuk yang lainnya.

Setelah adzan ashar berkumandang, Sumi menyuruh kami bergegas membereskan buku, mengalihkannya ke dipan bambu sebelahnya dan menggantinya dengan meletakan hidangan. Nasi, lengkap dengan lauk pauk sayur asam, tempe goreng, tahu goreng, ikan goreng juga sambal. Awalnya kami malu-malu mengambil makanan. Tapi setelah mencobanya sedikit, barulah kami makan dengan lahapnya. Kecuali Aty :)

Piknik Buku kemarin adalah yang paling seru. Selain jalanannya yang memang medannya sulit, tak lupa adalah jamuan makannya ^_^ terima kasih banyak, Sumi dan adik-adik di Gerem.

Spesial terima kasih adalah untuk Kak Magda pemilik dan pengelola Rumah Buku Cilegon. Yang mau membagi waktu rehatnya buat kluyuran membawa buku. Padahal, ia bekerja dari hari Senin sampai Sabtu. Pun dengan waktu pulang bukan petang. Karena terkadang ia pulang sudah pukul 11 malam. Tengkyuh, Kak. Selalu ada hal baru dalam setiap perjalanan, tak mengira perjalanan itu dekat atau jauh. Kak Magda istimewa, dengan kelebihan yang ada Kak Magda mau mengajak mereka untuk membaca. Masih terngiang kalimat Kak Magda, "Betapa gembiranya, ketika buku yang saya bawa dipegang dan dibaca oleh mereka, orang-orang yang tak saya kenal," :)

Selalu ada cara Pemilik Semesta menemukan kita ^_^

Kak Arum, thanks juga atas ide kerennya. Ketika Kak Magda merasa kehilanganmu di Piknik Buku, setidaknya ketika Piknik Kak Magda mungkin akan selalu mengingatmu :) ayo, kapan ikutan piknik lagi, Kak? :)

Kak Magda sedang menunjukan peta Makassar

Alfiya Nur fatimah, dipanggilnya Fia

Yang dibaca Kak Magda ada buku saiya! :D #NorakNorakBergembira :D

Meski salah satu dari mereka belum pandai membaca, tapi mereka tetep semangat memegang dan melihat bukunya :)




Keraton Surakarta, 15 Nopember 2010

Ketika dewasa menjadi sebuah pilihan,

Maka tua adalah sebuah kepastian
Saat tua menjadi nyata,
Adakah kita akan terlunta-lunta,
Meminta-minta
Kepada sesiapa, yang mempunyai belas kasih dan iba

Ah, tua...
Ternyata engkau menantiku di ujung sana
Adakah aku akan berjumpa?

Atau terhenti, sebelum aku sampai ke sana? 

Foto dan baris-baris kata di atas saya unggah pada 18 Desember 2010 di Facebook. Saat melihat orang tua di manapun keberadaannya, saya kerap menjadikannya cermin diri. Cermin di mana kelak saya akan seperti itu. Menua, renta atau bahkan saya tak akan sampai ke sana.  

Atau pernah suatu ketika, saya menulis status di facebook tentang keberadaan usia saya. Saya tak ingat dengan jelas kalimatnya, tapi saya mengingat jelas kesimpulan status tersebut. Usia, dalam hidup seperti pembagian lima waktu dalam shalat. Mengingat Rasulullah wafat pada usia 63 tahun, maka saya sebagai umatnya kalau diberi umur panjang mungkin tak jauh dari itu semua. 63 tahun dibagi lima waktu. 

12 tahun pertama adalah waktu subuh, di mana kita memulai hari, memulai amalan. 24 tahun adalah paruh waktu kedua dimana ia memasuki waktu dhuhur, 36 tahun adalah paruh waktu ketiga dimana ia memasuki waktu ashar menuju ke senja dan petang. 48 tahun adalah paruh waktu keempat dimana ia memasuki waktu maghribsenja mulai tenggelam dan malam mulai melabuhkan tirai. Dan 62 tahun adalah paruh waktu kelima dimana ia menuju waktu isya. Gelap, akhir hari dan menuju malam untuk terlelap.

Lantas, pada masa apakah saya sekarang ini? Subuhkah, dhuhurkah, asharkah, maghribkah atau justru isya? Menghitung waktu berlalu, sekarang saya sudah memasuki waktu dhuhur menjelang ashar tak lama lagi. Ah, tak lama lagi waktu ashar saya singgahi. Waktu di mana hari masih benderang, waktu di mana hari masih terang. Apa saja yang sudah saya lakukan di saat subuh menjelang dhuhur? Baikkah, burukkah atau tak ada sama sekali  yang saya lakukan. 

Sudah hampir mendekati paruh waktu ashar, beberapa hal yang sudah saya lakukan pada paruh waktu subuh dan dhuhur tentunya saya harapkan ia menjadi bekal di paruh waktu isya. Saya bukan usahawan yang memiliki tabungan milyaran rupiah untuk bekal di hari tua. Saya juga bukan PNS yang memiliki jaminan pensiun untuk masa tua. Saya hanyalah mantan TKW yang tak memiliki harta benda untuk bekal di waktu tua. Sedikit pengalaman dan kegiatan yang dilakukan sekarang ini, kelak saya harapkan ia menjadi simpanan di kemudian hari.

Pulang ke kampung halaman

Pulang. Ya. Pulang ke kampung halaman adalah keinginan saya ketika tua nanti. Menikmati senja menuju isya dan bermimpi mampu mengabdi di kampung halaman sendiri. Membuat taman baca, menuliskan masa kecil, mengajar ngaji di desa membantu guru mengaji yang dulu telah mengajari saya. Ya, itu mimpi dan keinginan sederhana saya menjelang waktu isya. Waktu di mana ia adalah paruh kelima. Gelap, akhir hari dan menuju malam untuk terlelap. 

Artikel  ini diikutsertakan pada Giveaway Seminggu:  Road To 64. 

Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) jatuh pada tanggal 12 Juli. Ini saya ketahui setelah bulan lalu berkunjung ke beberapa koperasi seperti pada postingan saya yang sebelum-sebelumnya. Dari situ, saya penasaran dengan dunia perkoperasian di Indonesia. Tahun ini, pelaksanaan Harkopnas akan dilakukan di Medan pada 16 Juli 2014. Awalnya, akan dilaksanakan pada 6 Juli 2014. Tapi berhubung berdekatan dengan pelaksanaan pemilu akhirnya diubah menjadi tanggal 16. Lagi-lagi, informasi ini saya dapatkan setelah googling sejak penasaran mengenai perkabaran dunia kperasi Indonesia.

Harkopnas tahun ini adalah yang ke 67. Pada 12 Juli 1947 gerakan koperasi di Indonesia, yang merupakan gabungan dari koperasi pribumi di seluruh Indonesia yang sudah menjamur sejak zaman kemerdekaan dan Jepang, mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Dalam kongres yang sama ditetapkan  berdirinya Sentral Organisasi Koperasi Seluruh Indonesia (SOKRI) baru enam tahun kemudian pada kongres kedua bertempat di Bandung pafa tahun 1953 diubah menjadi Dakopin. Sejak saat itulah tanggal 12 Juli ditetapkan sebagai Hari Koperasi yang diperingati setiap tahun sampai sekarang.

Bapak Koperasi Indonesia

Berbicara koperasi, tak lepas dari salah satu tokoh Bapak koperasi Indonesia, Bung Hatta. Muhammad Hatta yang dilahirkan di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902 merupakan tokoh yang gencar membicarakan koperasi pada masanya. Sejak duduk di MULO kota Padang Bung Hatta sudag banyak aktif di beberapa pergerakan. Keterlibatannya sebagai bendahara di Jong Sumateranen Bond menyadarkannya bahwa betapa pentingnya uang bagi kemajuan organisasinya. 

Tahun 1921 Bung Hatta datang ke Belanda untuk belajar di Handels High School di Rotterdam. Bung Hatta lulus dalam ujian handels economie (Ekonomi Perdagangan) pada tahun 1923. Mengikuti sejarah perjalanan hidup Bung Hatta, tentunya saya dibuat ternganga. Segudang kegiatannya di Belanda menjadikannya ia terpilih sebagai Perhimpunan Indonesia (PI) yang menolak bekerja sama dengan Belanda. 

Tanggal 12 Juli 1951, Bung Hatta mengucapkan pidato radio untuk menyambut Hari Koperasi di Indonesia. Karena besamya aktivitas Bung Hatta dalam gerakan koperasi, maka pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun (1971).

Ada beberapa tokoh yang layak dikategorikan sebagai tokoh-tokoh koperasi Indonesia sejak lahirnya bapak koperasi "Bung Hatta". Mereka diantaranya :
  1.  Agus Sudono : Agus sudono yang dibesarkan di lingkungan Kopkar (koperasi karyawan) sehingga ia tahu suka dukanya di dalam lingkungan tersebut sehingga ia terdorong untuk mendirikan Inkopkar (Induk Koperasi Karyawan) pada tahun 1986.
  2.  Dr. Ir.H Beddu Amang : Sosok abdi koperasi yang selalu haus ilmu. Ia bahkan mengejar dan menuntaskan gelar doktornya dikala ia dipanggil untuk mengabdi kepada Koperasi.
  3.  Dr. H Daman Danuwidjaja : Keberhasilanya membangun koperasi susu dari tingkat kabupaten hingga menjadi ketua umum GKSI menjadikan hal kenapa ia patut dimasukkan dalam 10 tokoh koperasi Indonesia.
  4.  Eddiwan : Dikenal salah satunya sebagai bapak koperasi Perikanan Indonesia. Juga mencuat karena perannya sebagai ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) 1980-1983.
  5.  J K Lumunon : Ketua umum kerjasama pengembangan Koperasi Dekopin.
  6.  Ir Muhammad Iqbal : Mantan Ketua Umum Mahasiswa ITB Bandung yang menjadi ketua umum Koperasi Indonesia (Kopindo).
  7.  Mubha Kahar Muang, SE : Wanita kelahiran makassar yang menjadikan aktivitas organisasi sebagai bagian hidupnya. Dedikasinya kepada Kosti Jaya (Koperasi Supir Taksi Jakarta Raya) menjadikan ia masuk dalam kategori ini.
  8.  Muchtar Mandala : Tercatat pernah menjadi direktur utama Bank Bukopin sejak 17 juli 1989.
  9.  Prof Dr Sri Edi Swasono : Menantu bapak koperasi Indonesia yang malang melintang di dunia perkoperasiaan Indonesia.
  10.  Sutrisno Hadi : Jebolan FE UI yang malang melintang di PERURI.


Disalin dari berbagai sumber. dari sini, sini dan sini  

Pada tahun 1953 Bung Hatta, pernah dibuang ke Tanah Merah Boven Dgoel Papua. Dibuangnya Bung Hatta ke sana tak menyurutkan beliau untuk tetap menulis. Berpeti-peti buku ia bawa dari Jakarta sebagai bekal bacaan juga bekal berbagi ilmu pengetahuan dengan teman-temannya di pembuangan.


Kurma , (Arab: تمر‎, Tamr; nama latin Phoenix dactylifera) adalah tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix, buahnya dapat dimakan. Walaupun tempat asalnya tidak diketahui karena telah sejak lama dibudidayakan, kemungkinan tanaman ini berasal dari tanah sekitar Teluk Persia[1]. Pohonnya berukuran sedang dengan tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal. Daunnya memiliki panjang 3-5 m, dengan duri pada tangkai daun, menyirip dan mempunyai sekitar 150 pucuk daun muda; daun mudanya berukuran dengan panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Rentangan penuh mahkotanya berkisar dari 6-10 m. Sumber wikipedia

Kenapa saya tiba-tiba menulis mengenai kurma? Ini karena ketika bulan lalu berkunjung ke Kelantan saat malam hari diajak mengelilingi Kelantan oleh Kak Wan bersama dengan iparnya, kami singgah di bulatan jam besar, Kota Bharu, Kelantan. Bulatan jam besar ini menjadi salah satu landmark Kelantan. Selalunya, sesiapa yang berkunjung ke Kelantan akan mengambil foto di sini. Menurut Kak Zah, iparnya Kak Wan berbuahnya kurma di Kelantan ini menjadi perbincangan banyak orang dan menjadi tumpuan orang untuk mengambil gambar di sini.

Malam saat kami berkunjung, bersama dengan Emily, Encik Awang, Kak Wan, Shad juga Kak Zah yang membawa kami berkeliling juga melihat keramaian warga yang berada di bulatan jam besar untuk sekedar melihat-lihat pohon kurma dan sekedar mengambil gambar saja.

"Dulu, waktu kurma ini baru dibawa dari Mesir, orang banyak yang bilang menghabis-habiskan duit saja. Tapi sekarang setelah berbuah, jadi pusat tumpuan pula." Kak Zah bercerita mengenai asal muasal pohon kurma sampai ada di bulatan jam besar. Pohon-pohon kurma ini kata Kak Zah dibawa langsung dari Mesir. Masih menurut Kak Zah, panasnya cuaca di Kelantan juga memicu mudahnya kurma berbuah di sana. 

Nah, di Indonesia, beberapa pohon kurma sudah banyak yang berbuah juga. Seperti di Surabaya, Pondok Pesantren Darussalam, Jalan Nginden II/7 Surabaya (sumber) di Bogor juga pernah ada, sumber saya dapatkan dari sini Bekasi, tahu lalu saat Ramadhan juga di pelataran masjid di jalan Veteran ini juga berbuah (sumber) dan di negara-negara lain, masih banyak pohon kurma yang bisa berbuah. Jadi, kurma itu tak hanya berbuah di Timur Tengah ^_^ :)

Dan mengutip lagi dari wikipedia, Kurma telah menjadi makanan pokok di Timur Tengah selama ribuan tahun lamanya. Pohon Kurma diyakini berasal dari sekitar Teluk Persia dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir, kemungkinan pada awal 4000 SM. Bangsa Mesir Kuno menggunakan buahnya untuk dibuat menjadi anggur kurma dan memakannya pada saat panen. Ada bukti arkeologi budidaya kurma di bagian Arab timur pada tahun 6000 SM. (Alvarez-Mon 2006).

Pada zaman selanjutnya, orang Arab menyebarkanluaskan kurma di sekitar Selatan dan Barat Daya Asia, bagian utara Afrika, Spanyol dan Italia. Kurma diperkenalkan di Mexico dan California, disekitar Mission San Ignacio, oleh bangsa Spanyol pada tahun 1765. Masih sumber dari wikipedia. Dan inilah beberapa foto pohon kurma dengan buah-buahnya. Foto dijamin burem, karena saya memang tak bisa memotret ketika malam hari -_-


Lensanya kurang panjang iki -_-

Landmark Kelantan, bulatan jam besar

Rame





KLIA 2

Bandara KLIA 2 (Kuala Lumpur International Air Port) yang berada di Sepang adalah sebuah bandara baru untuk pesawat Air Asia. Bandara ini digunakan sejak 9 Mei 2014. Dengan menggunakan konsep modern, bandara ini dibuat jauh lebih nyaman berbanding cargo sebelumnya di Low Cost Carrier Terminal atau biasa disebut LCCT. Setelah 8 tahun beroperasi di LCCT, kini Air Asia memindahkan landasan pesawatnya di KLIA2.

Kalau membaca  Travel 3Sixty majalah inflightnya Air Asia, penggunaan bandara KLIA 2 dilakukan sejak 9 Mei 2014. Artinya, belum dua bulan ini KLIA 2 digunakan. Masih menurut Travel 3Sixty, berpindahnya Air Aisa ke lapangan terbang yang lebih besar dan nyaman dikarenakan semakin padatnya penumpang yang memenuhi LCCT. Kini, di bandara KLIA 2 Air Asia berharap mampu memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada para pengguna Air Asia.

Jalan berliku menuju pintu kedatangan

Berkelok-kelok (lain kali tulislah balai ketibaan) kalau rajin :D


Nah, kalau baru pertama kali ke KLIA 2 kita akan sedikit bingung. Di pintu depan, bangunannya hampir serupa dengan Kuala Lumpur International Air Port (KLIA) 1. Yang lebih membingungkan itu dengan banyaknya mall-mall yang ada di sana. Kalau kita baru keluar dari kedatangan, kita disajikan dengan barisan mall. Pun dengan pintu keberangkatan, kita juga dihadapkan dengan jejeran mall.

Rabu 24 Juni lalu, saya sempat mengalami kesulitan saat hendak keluar dari pintu imigrasi menuju stastion bus. Tak hanya saya tentunya, tapi juga dengan penumpang-penumpang lainnya. Dan, ketika saya hendak kembali ke Indonesia pada hari Selasa 1 Juli lalu rupanya lebih banyak lagi orang terbengong-bengong melihat KLIA 2. Banyak orang yang mengabadikan dengan kameranya melihat KLIA 2.

Kata Kak Wan, teman saya dari Malaysia, banyak orang yang tertinggal pesawat di KLIA 2 ini. Saya baru paham ketika akan pulang ke Indonesia 1 Juli lalu. Pesawat saya berangkat pukul 14.55 waktu Malaysia. Saya sampai di KLIA 2 masih pukul 12. Setelah print boarding pass di kounter, karena menggunakan on line belum berjalan saya duduk santai-santai sambil on line free wifi bandara sampai pukul 14.00. Saya pikir, masuk ke dalam itu dekat saja seperti di LCCT dan ternyata oh ternyata, saya kena batunya. hampir tertinggal pesawat kalau tidak cepat-cepat. Masuknya itu lumayan jauh, tanpa emnggunakan train seperti di KLIA 1. Dan inilah sedikit gambar di KLIA 2, saya jepret menggunakan hape seadanya.

Ini depannya sama kayak di KLIA 1

Nah, masuk aja kita disambut dengan barisan mall -_-

Belum bisa dipakai, guys -_-


Banyak yang bingung di sini :) bukan cuma saya doang

Chek in dan print boarding pass

Mulai mencari pintu Q yang saya pikir dekat -_-

Rupanya masih jauh


Bahkan sangat jauhhhh... -_- dari sini masih berjalan lumayan jauh, lalu belok kanan, kemudian menuruni tangga jalan, lantas ada sebuah lounge untuk penumpang yang akan transit. Nah, lounge di KLIA 2 ini lebih asyik dibandingkan lounge Samsung di KLIA 1 hehehehe

Ini loungenya, asyik buat nongkrong ^_^

Setelah muter2 lumayan jauh, alhamdulilah, akhirnya nemu juga pintu Q dan ini pun masih kudu nyari lagi Q berapanya. 



SMK Kota, menjadi salah satu koperasi sekolah terbaik di Kelantan. SMK Kota berada sekitar 5 km dari pusat kota, Kota Bharu. Di sekolah ini memiliki 104 guru dan staf juga memiliki  1047 siswa. Koperasi di sekolah ini didirikan pada 31 Januari 1987. Dengan iuran pelajar yang ditetapkan sebesar minimal RM. 2 dan untuk guru minimal RM. 20, koperasi ini sudah memiliki modal iuran sebanyak RM. 15.115.00 per 31 Desember 2013.



Ini melanjutkan tulisan sebelumnya mengenai Jom Jelajah Koperasi Kelantan. Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Kelantan memakan waktu 7 jam. Jam lima pagi, kami sudah sampai di Kelantan dan langsung chek in di MGU hotels. Saya sekamar dengan Emily Tang, blogger yang berasal Cheras-Malaysia. Menurut Anas, dalam event JJK Kelantan tak banyak yang diundang, lebih kurang dalam 25 orang baik dari media mau pun blogger, lokal mau juga internasional. Brunei Darussalam, Australia, Korea, Filipina juga Indonesia adalah undangan dari luar negara.

Pembacaan doa


Jam sembilan pagi, setelah kami berehat secukupnya kami menuju cafe untuk sarapan sebelum bersiap menuju Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Kota. Menaiki bus, kami menuju SMK Kota Baru. Sampai di sekolah, kami disambut oleh pihak sekolah yang sudah menyiapkan tempat di Dewan Kota Jelasin. Puan Rosmaini Ismail dengan suara lembutnya membawakan susunan acara dengan baik. Doa dan sambutan satu persatu disampaikan, juga hiburan dikir barat yang dipersembahkan oleh para siswa SMK Kota.

pengetua SMK Kota, Encik fauzi Muhammad


Dalam sambutannya, pengetua SMK Kota, Encik Fauzi Muhammad mengucapkan banyak terima kasih kepada Gaya Travel juga Suruhanjaya Koperasi Malaysia (SKM) yang telah memilih koperasi sekolahnya untuk dikunjungi dalam program JJK Kelantan (eh, saya bingung ini, pengetua SMK sama dengan kepala sekolah atau bukan. Nanti besok saya tanya kawan orang Malaysialah -_-)

Puan Rosmaini Ismail, suaranya cakep ^_^


Beliau juga mengharapkan dengan adanya program JJK Kelantan ini dapat menaikan kemajuan koperasi SMK Kota baik di tingkat negeri mau pun kebangsaan. Encik Fauzi juga menceritakan berbagai macam pelayanan yang ada di koperasi, dari persediaan sekolah baik alat tulis mau pun seragam sekolah, surat kabar, pelayanan foto copy, layanan telpon berbayar (model wartel kalau di Indonesia) menjual makanan beku, pakaian, kuih muih dan banyak lagi.

"Koperasi kami, sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan. Baik peringkat negeri maupun antarbangsa. Di antaranya ialah, Anugerah Koperasi Negara 2013, Juara Kedua Koperasi Sekolah 2013, Pengurusan koperasi terbaik Kelantan 2013, Jualan Teringgi Kebangsaan 2011, Anugerah Koperasi 5 Bintang 2011, Anugerah Koperasi 2010 juga masih banyak lagi anugerah yang kami perolehi." Ujar Encik Fauzi Muhammad dalam sambutannya.

Sambutan selanjutnya adalah dari Encik Kasim Bin haji Abdullah ketua rombongan kami. "SMK Kota, merupakan salah satu sekolah terbaik dalam bidang koperasi di Kelantan," ujarnya. Beliau memberikan apresiasi kepada SMK Kota karena menjadi koperasi yang pertama dikunjungi dan menceritakan kegiatannya. Dengan adanya program JJK diharapkan mampu mengeratkan hubungan SKM dengan banyak pihak termasuk dengan media. 




"Pemberitaan yang dilakukan secara lisan dan tulisan, ianya akan berbeda. Di mana dengan tulisan yang disampaikan oleh media baik online mau pun surat kabar ia lebih luas penyebarannya berbanding melalui lisan." Kata Encik Kasim.

Menikmati hidangan pagi

Nasi tumpang


Tepung pelita


Terakhir, adalah sambutan dari Tuan haji Suhaimi Bin Sulaiman bendahara dari SMK Kota. Di sini beliau memberikan penjelasan juga  awal mula berdirinya koperasi SMK Kota. Sampailah kepada jumlah keuntungan setiap tahun yang didapat. Selesai sambutan, selanjutnya adalah menikmati jamuan makan yang sudah disiapkan oleh pihak SMK Kota diiringi hiburan dzikir barat. Dan terakhir adalah peresmian minimarket baru yang lokasinya berada di dekat pintu gerbang sekolah.  Di dalam minimarket yang baru dijual bermacam-macam barang kebutuhan.

Peresmian minimarket koperasi baru

Penampakan minimarket. Eh, saya mikir kalau ini di Indonesia ada kan bisa mengalahkan sigambar madu sama sebelahnya yang selalu bergandengan itu, ya? :/

Deretan barang yang dijual

Para pengurus








Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Teman-teman

Sering Dibaca

  • Minyak Gamat Bukan Hanya untuk Obat Luka
  • Kemerdekaan Bagi OYPMK Bagaimana?
  • Bagaimana Cara Membuat KTKLN?
  • Orenji, Salah Satu Restoran Jepang di Cilegon
  • Resep Sambal Terong Dicabein

Harta Karun

  • ►  2022 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (41)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2017 (21)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (63)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (23)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2015 (137)
    • ►  Desember (25)
    • ►  November (20)
    • ►  Oktober (34)
    • ►  September (19)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (9)
    • ►  Januari (7)
  • ▼  2014 (52)
    • ▼  Desember (4)
      • PIN 2014 Hari Pertama
      • Perempuan Inspiratif Nova 2014
      • Berkunjung ke Saungelmu
      • Merindukan Air yang Mengalir
    • ►  November (4)
      • Resep Sambal Asam Tongkol
      • Penulis Blogger Inspiratif
      • Ngerjain Mbak Indah Juli di Kediri
      • Pindah Akun Google Plus
    • ►  September (1)
      • Rumah Buku Cilegon dan Piknik Buku
    • ►  Agustus (1)
      • Lima Massa Dalam Usia
    • ►  Juli (5)
      • Hari Koperasi Nasional
      • Kurma Berbuah tak Hanya di Timur Tengah
      • Bandara KLIA 2
      • SMK Kota, Koperasi Sekolah Terbaik di Kelantan
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2012 (74)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (13)
    • ►  Januari (14)
  • ►  2011 (87)
    • ►  Desember (10)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (18)
    • ►  September (13)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2010 (141)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (17)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (17)
    • ►  Februari (18)
    • ►  Januari (23)
  • ►  2009 (124)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (17)
    • ►  Juni (14)
    • ►  Mei (16)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2008 (105)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (19)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (22)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2007 (30)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  September (12)
    • ►  Agustus (2)

Kategori

Ads Blogger Hibah Buku Celoteh Cerpen Featured GayaTravel KBO komunitas Murai Perjalanan Piknik Buku Pojok Anaz Reportase resep reveiw Semestarian Serial Sosok Teman TKW TripGratisan Volunteer

Catatan Anazkia By OddThemes | Turatea.com