Catatan Anazkia

Karena hanya tulisan yang bisa saya tinggalkan

  • beranda
  • Kisah
    • Serial
    • Cerpen
    • Celoteh
    • Reportase
    • Perjalanan
      • Gaya Travel
      • Trip Gratisan
      • Piknik Buku
  • Pojok Anaz
  • Murai
  • Sosok
  • komunitas
    • Volunteer
    • KBO
    • Semestarian
    • Blogger Hibah Buku


"Kalau yang masih basah, sekilonya Rp. 500.00, Mbak. Tapi kalau sudah dijemur, harganya sekilo bisa mencapai empat sampai lima ribu rupiah perkilogram." Waktu menunjukkan pukul dua belas siang lebih. Meski mendung, matahari masih terik di atas kepala. Pak Abdul Majid dengan ramah bercerita mengenai proses rumput laut dari dibudidayakan, dipanen, lalu proses penjemuran dan nilai rupiahnya. Ia bercerita di sela-sela makan siangnya. Kebetulan, saya duduk berdekatan dengannya. Di perahu bagian depan, sepulang dari mengikuti panen rumput laut perdana di Pulau Karang Lebar, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.

Baginya, pekerjaan sebagai nelayan tak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari karena tergantung musim. Selain menjadi nelayan lepas, ia juga menjual ikan hias. "Kalau hanya ngandelin cari ikan saja, ini nggak bisa mencukupi kebutuhan, Mbak. Jadi, untuk kebutuhan sehari-hari bisa dari hasil melaut. Sementara kalau panen rumput laut begini hasilnya bisa ditabung." Pak Abdul Majid, adalah salah satu penerima manfaat dari program Desa Cahaya, "Budidaya Rumput Laut, Pengolahan dan Pengembangan Ekonomi Petani di Kepulauan Seribu" yang digagas oleh Nirunabi Foundation bekerja sama dengan YBM PLN.

Hari pertama panen rumput laut bersama Pak Martono ketua bidang II YBM PLN dan istri


Panen Rumput Laut

Senin, 23 Desember 2019 bersama dengan Yayasan Baitul Mal PLN (YBM PLN) dan Nirunabi Foundation saya turut serta ke Pulau Karang Lebar untuk memanen rumput laut. Hadir di kesempatan tersebut adalah Bupati Kepulauan Seribu, Pak Husain Murad diikuti oleh wakil dan jajarannya. Juga dihadiri oleh pihak lurah dari Pulau Pramuka juga tim dari YBM PLN dan Nirunabi Foundation.

Ini adalah panen pertama setelah program pemberdayaan rumput laut di Keplauan Seribu yang diinisiasi oleh Nirunabi Foundation bekerja sama dengan YBM PLN. Melihat sejarahnya, Kepulauan Seribu adalah penghasil rumput laut sejak tahun 80-an. Di tahun 2000-an, hasil rumput laut di kepulauan mulai berkurang. Bahkan, menurun drastis. Ada berbagai sebab tentu saja, di antaranya adalah penurunan kondisi lingkungan limbah sungai yang berada di daerah sekitar Kepulauan Seribu yang terbawa arus (sumber Republika).

Pada tahap pertama, pemberdayaan ini diberikan kepada 100 penerima manfaat. Dengan tujuan meningkatkan pendapatan warga, pemberdayaan ini tentu saja dilakukan tak hanya dilakukan di hulu saja. Tapi juga sampai ke hilir. Di mana dari pemilihan bibit yang sesuai, nilai ekonomi, pembenihan, juga perawatan sampai kemudian panen setelah masa 40 hari. Pun setelahnya, pada pengolahan dan pemasaran pun pihak Nirunabi dan YBM PLN masih melakukan pendampingan. 

Di tanggal 22 Desember 2019, panen perdana rumput laut dihadiri langsung oleh Pak Martono, selaku ketua bidang II YBM PLN. Menurutnya, program pemberdayaan yang ada di kepulauan Seribu ini akan dilakukan secara berkelanjutan, sehingga para petani bisa berdaya dan mandiri. 

Penyerahan Sampan

Selain panen di tanggal 22 Desember, di hari itu juga YBM PLN dan Nirunabi Foundation memberikan batuan berupa sampan. Ada lima sampan yang diberikan kepada nelayan dan petani rumput laut. Sampan ini untuk menunjang dan memudahkan saat panen rumput laut. 

Penyerahan perahu kecil untuk kemudahan petani rumput laut ketika panen


Bersih Pantai

Minggu siang 22 Desember 2019 masih dengan YBM PLN dan Nirunabi Foundation bersama dengan warga sekitar kami menyisir pantai di Pulau Pramuka untuk membersihkan pantai. Sepanjang pantai yang kami kutip sampahnya, hampir 85% sampah yang kami dapat adalah sampah plastik. Menurut Bupati Kepulauan Seribu, 70% sampah yang ada di pulau adalah plastik. Menurutnya, sampah yang ada sekarang ini adalah tanggung jawab bersama. Baginya, kini tak lagi harus saling menyalahkan siapa yang paling berhak dan wajib membersihkan pantai, karena ianya memang tanggung jawab bersama.

Bupati  mengharapkan kepada sesiapa yang datang ke pulau untuk turut serta menjaga kebersihan dan lingkungan. Usahakan membawa botol minum sendiri, biar nggak banyak-banyak beli air mineral dan botolnya nggak terbuang ke laut. Kalau melihat secara keseluruhan Pulau Pramuka, ianya cukup bersih. terima kasih, kepada semua petugas kebersihan yang selalu berhempas pulas menjaga kebersihan laut. 







Fungsi Infrastruktur untuk lima destinasi bali baru super prioritas Suatu hari, di dalam mobil kendaraan online yang saya naiki berita sekilas terdengar dari radio bahwa Indonesia akan memiliki wisata Bali baru. Menduniakan tempat pariwisata Indonesia kepada dunia bahwa bukan hanya Bali yang dikenal oleh mancanegara. Lima tempat tersebut adalah, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Lombok Nusa Tenggara Barat, Danau Toba di Sumatera Utara, Likupang (Bunaken) di Bangka Belitung. Mulanya terkejut saat mendengar berita tersebut. 

Nah, Jumat 6 Desember 2019 bertempat di Sundestada Jakarta bersama dengan teman-teman influencer terdiri dari para bloger, vloger juga selebgram saya menghadiri acara diskusi santai yang diselenggarakan oleh  Kemenhub. Dengan tema Connectivity Makes Traveling Easy, obrolan santai ini dihadiri oleh beberapa  pejabat perhubungan baik darat mau pun laut. 

Sekjen Kemenhub Djoko Sasono dalam obrolannya menyampaikan Kementrian Perhubungan sesuai dengan tugasnya adalah menghubungkan agar semua masyarakat yang hendak melihat bisa menggunakan jalur transportasi yang ada. Baik melalui penerbangan, pelayaran mau pun jalan darat juga kereta api. Kemenhub sendiri sudah melakukan banyak hal, seperti perbaikan sarana dan prasarana  bandara diperbaiki, stasiun  diperbaiki, pelabuhan diperbaiki juga diisi dengan penerbangan ditambah. Layanan kapal laut juga ada. Dengan adanya perluasan jalan tol di banyak wilayah angkutan jalan mulai bangkit lagi. 

kiri ke kanan, ( Mas Erwin moderator, Pak Budi dan Pak Djoko Sasono)


Pak Djoko Sasono mengharapkan dengan adanya komunitas Transmate diharapkan rekan-rekan influencer menjadi bagian dari penyampai informasi kepada khalayak mengenai segala perubahan tersebut. Jika pun nantinya ada kritik dan saran, bisa langsung disampaikan ke akun resmi Kementrian Perhubungan baik melalui twitter, facebook juga instagram. Melalui akun resmi twitter @kemenhub151 diharapkan masyarakat bisa berperak secara aktif menyampaikan segala aspirasinya.

Sementara Pak Budi, Sekjen Perhubungan Darat menceritakan bahwa sebelumnya, ia diinstruksikan oleh mentri perhubungan untuk memperbaiki 20 terminal yang ada di Indonesia dengan dana sebesar 500 miliar. Tapi ketika mentri berkomunikasi dengan gubernur Bali, mentri melihat satu objek wisata di mana pengunjungnya ramai setiap hari, tapi transportasinya dan infrastruktur masih belum memadai. Tempat tersebut adalah Nusa Penida. Di Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan, Infrastruturnya masih belum manusiawi. Ketika pengunjung mau menyebrang, masih menggunakan jembatan yang digotong oleh manusia. Tentunya itu tak hanya digunakan oleh para wisatawan, tapi juga masyarakat sekitar. 

Dalam diskusi santai tersebut, dikarenakan mentri perhubungan tak bisa hadir, beliau melakukan tele confrence dengan para netizen. Menurut beliau, di Danau Toba akan dibuat 12 dermaga, membuat juga kapal-kapal baru dan edukasi kepada operator kapal. Keselamatan menjadi perhatian utama. Lima Bali Baru akan diselesaikan dalam satu tahun 2020 sudah selesai dan bisa memberikan kemudahan kepada turis ke depannya. 

Sementara Kesatuan Penjaga Laut Pantai (KPLP) Pak Ahmad memberikan komentarnya, bahwa kita sebagai warga negara harus ikut mendukung tentang potensi wisata Bali Baru. Prasarana yang dimaksud adalah membangun, merehab, meningatkan dan mengembangkan selama tahun 2020. Seperti di Labuan Bajo, pelabuhannya nanti akan dikhususkan untuk penumpang saja. Sementara kapal logistik akan dipindahkan ke tempat lain. Penumpang akan dimanja, kapal-kapal besar yang akan masuk  merasa didukung oleh kita semua, aman, selamat dan terlindungi dari lingkungan maritim. Lingkungan maritim dari sisi pencemaran dari sampah adalah tugas kita semua. Sebagai warga negara mau pun wisatawan. 

Kementrian perhubungan, sebagai salah satu penanggung jawab infrastruktur di seluruh Indonesia tentunya sangat mendukung adanya lima destinasi Bali baru. Segala kemudahan baik darat, laut mau pun udara dalam setahun ke depan akan terus diperbaiki. Diharapkan ketika semua moda transportasi bisa digunakan dengan baik, maka mobilitas wisatawan akan semakin dimudahkan. 




"Pokoknya, kalau perempuan sudah haid itu wajib turun ke dapur. Harus bisa masak, beres-beres. Meskipun ada yang kerja di rumah, kami nggak boleh dibantuin. Kalau sampai ketahuan kami dibantuin, yang dimarahin orang yang kerja di rumah. Bukan kami. Jadi mereka hanya merhatiin aja." 

Saya menyimak cerita Mbak Retno dengan saksama. Perempuan berdarah Jawa yang membesar di Jakarta ini dibesarkan dengan unggah ungguh kebudayaan Jawa yang kental di rumahnya. Di mana anak perempuan wajib mengetahui dan mengenal pekerjaan rumah tangga dan segala isinya, sementara saudara lelakinya tidak mengalami hal yang sama.

"Saya anak kedua, tapi menjadi anak perempuan paling besar di dalam keluarga. Jadilah banyak beban pekerjaan rumah tangga yang dijatuhkan ke saya, sementara hal itu tidak terjadi dengan saudara-saudara lelaki."

Usianya memasuki 50 tahun. Tapi cerita masa kecilnya tak lekang oleh waktu. Bagimana ia dibesarkan dalam budaya patriarki yang mengungkungnya. Mbak Retno beruntung, karena sejak kecil ia selalu tak menerima perbedaan-perbedaan yang diberlakukan di dalam keluarganya. Baginya, pria dan wanita itu sama dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Tak ada pembedaan jenis pekerjaan di mana perempuan harus mencuci piring, sementara yang lelaki tidak. Ya, bagi sebagian besar orang yang ada di Indonesia, selama ini menganggap kalau pekerjaan-pekerjaan domestik hanya layak dikerjakan oleh kaum perempuan saja. Sementara yang pria hanya melakukan kerja berat, tabu dalam hal air mata, pun menjadi asing ketika seorang pria meluahkan perasaannya (curhat kehidupan).

Konon, Mbak Retno sendiri ketika masih sekolah kerap pulang malam karena aktif mengikuti kegiatan di sekolahnya. Padahal, di rumahnya dilakukan jam malam bagi anak perempuan. Tapi tidak dengan anak lelaki. Saat Mbak Retno pulang malam, ia tak harus merasa bersalah karena tidak ada kesalahan yang dilakukan.

Bagaimana dengan saya?

Saya di masa kecil juga dibesarkan di lingkungan Jawa, di mana sebagian besar pekerjaan domestik rumah tangga wajib dikerjakan oleh anak perempuan. Sementara sepupu-sepupu saya yang pria tak pernah diberikan kewajiban yang sama. Tapi, ketika mengambil kayu ataupun merumput, terkadang saya masih juga diajak bersama. Berbeda dengan Mbak Retno yang bisa memberontak sejak kecilnya, tentu tidak dengan saya. Saya menganggap bahwa itu adalah sebuah kewajaran secara turun temurun.

Beranjak remaja, ketika saya mulai mengenal pergaulan yang luas juga dari buku-buku yang dibaca mulai mengenal tentang kesamaan pria dan wanita dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Tak semestinya pria itu tak pandai memegang sapu, pun bukan hal yang haram ketika seorang pria harus mencuci piring. Sekali waktu pernah ketemu teman cowok, waktu kami ngobrol dan membahas tentang cuci piring ia begitu mengharamkan untuk melakukannya. Menurutnya, di kampungnya tak ada pria yang melakukan pekerjaan serupa. Kami 


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Teman-teman

Sering Dibaca

  • Minyak Gamat Bukan Hanya untuk Obat Luka
  • Bagaimana Cara Membuat KTKLN?
  • Resep Terong Bakar Sambal Kencur
  • Menginap di Hotel Sawunggalih
  • Tujuan dan Sasaran Bisnis Jam Tangan Wanita Alexandre Christie Online

Harta Karun

  • ►  2022 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
  • ▼  2019 (41)
    • ▼  Desember (3)
      • Panen Rumput Laut dan Bersih Pantai di Kepulauan S...
      • Fungsi Infrastruktur untuk Lima Destinasi Bali Bar...
      • Pria dan Wanita Setara itu Bukan Berarti Harus Sama
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2017 (21)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (63)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (23)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2015 (137)
    • ►  Desember (25)
    • ►  November (20)
    • ►  Oktober (34)
    • ►  September (19)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (9)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2014 (52)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2012 (74)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (13)
    • ►  Januari (14)
  • ►  2011 (87)
    • ►  Desember (10)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (18)
    • ►  September (13)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2010 (141)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (17)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (17)
    • ►  Februari (18)
    • ►  Januari (23)
  • ►  2009 (124)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (17)
    • ►  Juni (14)
    • ►  Mei (16)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2008 (105)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (19)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (22)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2007 (30)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  September (12)
    • ►  Agustus (2)

Kategori

Ads Blogger Hibah Buku Celoteh Cerpen Featured GayaTravel KBO komunitas Murai Perjalanan Piknik Buku Pojok Anaz Reportase resep reveiw Semestarian Serial Sosok Teman TKW TripGratisan Volunteer

Catatan Anazkia By OddThemes | Turatea.com