Saya suka diam mbak, karena kata orang diam itu emas. Tapi untuk keadaan tertentu, tidak diam itu justru adalah berlian. Semua tergantung situasi yg kita hadapi. Eh, inipun jika diam yg dimaksud Mbak Naz sama dg yg saya tangkap :D
Diam, tak selamanya tak begerak. Semestinya dalam diam justru bergerak, gerakan yang lebih ritmis. Bukankah ketika diam, pikiran dan jiwa kita mengembara lebih leluasa. Kadang tersa lebih indah.
akhirnyaaa form komennya muncul jugaaa... errrggg rada susah kalo form komennya di embeded di bawah postingan :(( apalagi kalo koneksi jelek, gag muncul2 :((.
Abg jwb sini jer la yer... Memula, adik kena mendaftar dahulu. Caranya, adik surf blog abg, Pedoman Hidup, pastu klik ikon di atas sekali yang berlabel "ads by nuffnang". lepas adik klik, akan keluarlah satu lagi tab window baru yang memaparkan web nuffnang.
Di situ, adik kena "sign up" dahulu. Caranya, adik tengok sebelah kiri di laman nuffnang tu, di bawah sedikit daripada ikon "home" di paparkan ikon "sign up". Adik kena klik ikon "sign up" itu, then akan dikeluarkan di bawah ikon itu "sign up as:", di sini adik kena pilih sama ada "blogger" atau "advertiser".
Dalam hal ini, adik kena klik as "blogger". Lepas itu, adik mulalah mengisi butiran-butiran yang dikehendaki di dalam laman sign up itu. OK!
Bila dah selesai, kalau nak penerangan selanjutnya, bagitau abg, OK!.
Paling penting, adik kena mendaftar dahulu di situ, di laman nuffnang. Bila dah selesai, senanglah nak iklankan iklan nuffnang tu di blog adik ni. :)
Terima kasih Naz, atas masukannya... Mungkin karena saya tergolong orang yang tidak merayakannya sehingga baru kepikiran untuk mempostingnya semalam. Tapi kamu benner koq......... Salam hangat selalu.
dalam diam ku mengagumi mu dalam diam ku hampiri rumah mu dalam diam ku jemari ku menari d atas keyboard dalam diam banyak yg ku pikirkan dalam diam ku temukan keteduhan di sini dalam diam juga ku pamit ninggalin rumah mu
ketika kita diam sesungguhnya kita sedang berteriak kita diam bukan berarti kita tidak berbuat apa-apa tapi sesungguhnya kita sedang menunggu waktu yang tepat seperti orang yang menunggu pohon itu berbuah salam sejahtera
Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P
46 komentar
diam??
BalasHapusotakku tidak bisa diam dan mencerna apa arti dari diam..
datang duduk diam dengan damai
BalasHapussilent is gold...diam itu emas ?
BalasHapusbenarkah...???
kadang aku memilih diam.....
Diam
BalasHapusbersama keagungan Allah
menikmati di balik cahaya
Diam
tengelam dalam tasbih
Subhanallah
wal hamdulillah
wala illaha illah
wallahu akhbar..
Saya suka diam mbak, karena kata orang diam itu emas. Tapi untuk keadaan tertentu, tidak diam itu justru adalah berlian. Semua tergantung situasi yg kita hadapi.
BalasHapusEh, inipun jika diam yg dimaksud Mbak Naz sama dg yg saya tangkap :D
diam
BalasHapusadalah awal momentum bergerak
eeeh... ini hukum fisika khan?
Diam, tak selamanya tak begerak. Semestinya dalam diam justru bergerak, gerakan yang lebih ritmis. Bukankah ketika diam, pikiran dan jiwa kita mengembara lebih leluasa. Kadang tersa lebih indah.
BalasHapusDiam...
BalasHapusDiam...
Diam...
Hanya didalam hati
Ya udah, aku ga jd komen deh. Diam...
BalasHapusdiam
BalasHapusikutan diam
BalasHapus.
BalasHapusah.. ada apa dengan diam-mu?
BalasHapusMengapa harus diam, jika ada banyak kata yang hendak diucapkan ?
BalasHapusMengapa harus diam, jika banyak karya yang hendak diwujudkan ?
..maka
BalasHapusjika diam, bolehkah bergerak?
salam kenal juga ana..
makasih sdh singgah ke tempatku.. :)
salam kenal,,blognya bagus sobat,,keep on blogging
BalasHapusakhirnyaaa form komennya muncul jugaaa... errrggg rada susah kalo form komennya di embeded di bawah postingan :(( apalagi kalo koneksi jelek, gag muncul2 :((.
BalasHapusknp terdiam? masih nangis2 kuda ya?? xixixi
wao jangan lama-lama diam nya
BalasHapusaku rindu tulisanmu!
Mana kata-katanya ....
jangan biarkan tintanya mengering!
diam bukan berarti tanda tak mampu
BalasHapusdiam itu emas
BalasHapusbicara itu perak
diam dahulu lalu bicara
maka emas dan perak akan didapat
aku terdiam mengeja kediamanmu, Ana ...
BalasHapusSalamelekom, wbt adikku anazkia,
BalasHapusAbg jwb sini jer la yer...
Memula, adik kena mendaftar dahulu. Caranya, adik surf blog abg, Pedoman Hidup, pastu klik ikon di atas sekali yang berlabel "ads by nuffnang". lepas adik klik, akan keluarlah satu lagi tab window baru yang memaparkan web nuffnang.
Di situ, adik kena "sign up" dahulu. Caranya, adik tengok sebelah kiri di laman nuffnang tu, di bawah sedikit daripada ikon "home" di paparkan ikon "sign up". Adik kena klik ikon "sign up" itu, then akan dikeluarkan di bawah ikon itu "sign up as:", di sini adik kena pilih sama ada "blogger" atau "advertiser".
Dalam hal ini, adik kena klik as "blogger". Lepas itu, adik mulalah mengisi butiran-butiran yang dikehendaki di dalam laman sign up itu. OK!
Bila dah selesai, kalau nak penerangan selanjutnya, bagitau abg, OK!.
Paling penting, adik kena mendaftar dahulu di situ, di laman nuffnang. Bila dah selesai, senanglah nak iklankan iklan nuffnang tu di blog adik ni. :)
Semoga berjaya mendaftar...
Singkat tapi dalem banget nih ...
BalasHapusDiam, nggak juga artinya pasif kan :)
ehmmmm, hancur pedih terbantai kerinduannya maksudnya hilang pedih dan kerinduannya berakhir atau terobati gitu naz maksudnya.... :-)
BalasHapusMalam Mbak... :-D
BalasHapusKo blogku jadi aneh :((
BalasHapusYups Mbak, bener.... kira2 begitu...
BalasHapusEhmmm aneh kenapa ya Naz... :-)
Lho ada readmorenya kok Naz...
BalasHapusdiam..
BalasHapustak seharusnya tidak berkomentar.
hehehe
nggak ada yg mundur kok mbak..ceritanya kemarin sore kopdar di palembang
Kalau kata tak lag bermakna..., lebih baik diam saja.....
BalasHapusDalam kediaman aku datang
BalasHapusmengendap-endap....
wadduh.... digigit nyamuk, kadinya nggak diam deh...
Namun dalam kediaman sempat pamit.
Salam taksim...
Terima kasih Naz, atas masukannya...
BalasHapusMungkin karena saya tergolong orang yang tidak merayakannya sehingga baru kepikiran untuk mempostingnya semalam.
Tapi kamu benner koq.........
Salam hangat selalu.
Salam mbak, mari kita berdiam sejenak
BalasHapusmalam anazkia... ;-)
BalasHapusmulutku mingkem non
BalasHapusjari ku wae sing ngoceh
hehehehhe
poto kopdaran sabar yah non
secara diriku ingin membuat dirimu menunggu
hehehheheheh
daku dateng budhe, eee ga boleh ngomong ya, ya udah deh ikutan diem ni
BalasHapusdalam diam ku mengagumi mu
BalasHapusdalam diam ku hampiri rumah mu
dalam diam ku jemari ku menari d atas keyboard
dalam diam banyak yg ku pikirkan
dalam diam ku temukan keteduhan di sini
dalam diam juga ku pamit ninggalin rumah mu
psssssssssssssssssssssst
BalasHapusmohon kritik dan saran di postingan "Tembok"
BalasHapusketika kita diam
BalasHapussesungguhnya kita sedang berteriak
kita diam bukan berarti kita tidak berbuat apa-apa
tapi sesungguhnya kita sedang menunggu waktu yang tepat
seperti orang yang menunggu pohon itu berbuah
salam sejahtera
lha postingannya kok jadi diam terus blom ada yang bergerak neh
BalasHapusdiam tak selama nya bagus...karena dalam diam ada banyak hal yg terpendam.
BalasHapusah, ternyata kau ada...
BalasHapuswalau diam masih menggantung disini....
*jgn ikut2 diam,ah...naz...
nanti terlalu senyap disini... ;)
ada apa dengan diam?? kenapa?? btw, bannermu udah jadi tuuuh... lebih lanjut buka inbox di FB mu yaa... ^^
BalasHapuskalo mau komentar jangan diam...ayo isi komennya...hahaha...
BalasHapusDalam hidup ini kita perlu ambil masa untuk DIAM kerana ketika inilah minda kita bisa berfungsi paling maksimum.... HIDUP BERANI GAGAL.
BalasHapusPersonal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P